Jumat, 01 Agustus 2008

Sarjana Sedih

Ketika hari dan tanggal itu kau tunggu
Togamu tampak gagah dipandang
Menunggu seutas tali entah kemana
Kau tersenyum di arena kebahagiaan
Mengabadikan diri dalam bingkai kaca

Namun ketika jarum jam naik sedikit
Senyum sumringahmu hilang
Berganti khawatir dan bimbang mengajak cemas
Karena tak tahu kertas ijasah ini pergi kemana

Arena pekerjaan terlalu sedikit untuk sang sarjana
Pintu lowongan tertutup rapat
Berlabelkan Kita butuh duit sogokan
Sarjana miskin makin tambah sedih

Kapan keadaan ini berganti dan berubah
Karena kutakut ini perlu juta tahun
Menambah jumlah orang nganggur di buku negara
Tapi ini yang paling kutakuti dari semua
Sarjana sedih mendapat gelar profesor gila

Tidak ada komentar: