Rabu, 13 Agustus 2008

KEKAGUMAN BUMI PADA LANGIT

KEKAGUMAN BUMI PADA LANGIT

Subhanaallah kupanjatkan padaMU
Atas keindahan alam dan langit
Atas indahnya sekuntum bunga melati
Atas gagah dan tenangnya gunung
Atas cantiknya sebuah mentari pagi

Subhanaallah kupanjatkan padaMU
Atas kebeningan kasih sayang bunda
Atas kebaikan sebuah budi pekerti
Atas ketajaman sebuah pedang kata
Atas kejujuran hati nurani terdalam

Subhanaallah kupanjatkan padaMU
Atas kejeniusan seorang penyair
Atas kedahagaan imajinasi seorang pujangga
Atas kemolekan pena sastrawan
Atas kebijakan hati sang bijak

Jumat, 01 Agustus 2008

Insan paling mulia

Insan yang hanya satu-satunya di dunia
Makhluk bernyawa apapun tidak ada yang ragu
Kesabaran adalah caramu
Rasa cnta kepada semua insan
Oh....maha suci rasuluallah

Hinaan dan lemparan kau hadapi dengan sabar
Malah kau do’akan mereka
Kesabaranmu tiada batas
Kasih sayangmu tak terbatas
Oh...maha suci rasuluallah

Musuh kau anggap kawan
Kawan kau anggap keluargamu
Engkau selalu memikirkan kami
Mereka semua ka naungi dengan do’amu
Engkau tidak melihat perbedaan
Oh...maha suci rasuluallah

Engkau adalah lambang keberanian
Engkau adalah lambang kesabaran
Engkau adalah lambang kejujuran
Engkau adalah lambang kemurnian dan kesucian hati
Engkau adalah penjelmaan AL-QUR’AN
Oh... maha suci rasuluallah

Akhlakmu tak terlukiskan oleh kata-kata didunia
Tetes air mataku ketika kudengar ceritamu ketika akan tiada
Bukan keluarga yang kau pikirkan tapi umatmu
Mana ada mahkluk seperti itu sekarang
Oh...maha suci rasuluallah

Tak ada kata terima kasih yang cukup untuk membalas jasamu
Nyawa pun kukorbankan tak cukup kurasa
Aku rindu pemimpin sepertimu
Meskipun tidak akan ada insan yang sepertimu
Engkau adalah rumus untuk manusia
Cinta dan sayangmu kepada kami tak terhenti meski engkau telah tiada
Oh... maha suci rasuluallah

Tulisan ini mungkin terlalu singkat
Melukiskan dikau sang insan mulia
Bagai setitik pasir di padang tanah
Al-fatihah kupanjatkan selalu
Oh...maha suci rasuluallah insan paling mulia

Sarjana Sedih

Ketika hari dan tanggal itu kau tunggu
Togamu tampak gagah dipandang
Menunggu seutas tali entah kemana
Kau tersenyum di arena kebahagiaan
Mengabadikan diri dalam bingkai kaca

Namun ketika jarum jam naik sedikit
Senyum sumringahmu hilang
Berganti khawatir dan bimbang mengajak cemas
Karena tak tahu kertas ijasah ini pergi kemana

Arena pekerjaan terlalu sedikit untuk sang sarjana
Pintu lowongan tertutup rapat
Berlabelkan Kita butuh duit sogokan
Sarjana miskin makin tambah sedih

Kapan keadaan ini berganti dan berubah
Karena kutakut ini perlu juta tahun
Menambah jumlah orang nganggur di buku negara
Tapi ini yang paling kutakuti dari semua
Sarjana sedih mendapat gelar profesor gila

Kisah Pemuja Hati

Pernahkah kalian berada pada suatu masa dimana kamu berdiri diantara teman dan CINTA? Itu saat yang membuat kamu terasa langit dan bumi ada diantara kamu, kamu pasti akan bingung langkah pertama apa yang akan kamu lakukan karena kamu takut apa yang kamu lakukan dimata mereka akan salah.Teman sesorang yang menjadi teduhan hati saat jiwa terasa kalut atau lara, teman selalu ada dan mendengarkan setiap rintihan kita tak peduli itu menyenangkan atau bahkan menyakitkan sekalipun, tapi CINTA kita pada seseorang menjadi sesuatu yang special yang melekat dalam hati yang takkan terlupakan dan tergantikan oleh apapun. Lalu bagaimana perasaan kita saat tahu bahwa teman yang dalam hati kita merebut CINTA kita sanjung puja tanpa berucap kata, bukan hanya hancur lebur terpecahberai hati kita melainkan sesutau yang lebih sangat tersakitkan
Kadang CINTA membuat teman yang memang sangat kita percaya berubah menjadi musuh yang sangat menyakitkan…………
Kadang pula CINTA dapat membuat musuh yang paling kita benci menjadi seseorang yang takkan pernah kita lupakan…………
Itulah CINTA aneh, misterius…………
Dengan penuh ungkapan yang tak terungkap
Dengan penuh kata yang takkan pernah terucap
Dengan penuh impian yang hanya bisa menjadi harapan
Karena itu kita takkan pernah bisa menghindar dari CINTA

Teman atau Lawan

Saat ini di campus kita yang tercinta dan tersayang telah terjadi yang disebut–sebut dan didendangkan dengan nama “Pesta Demokrasi”. Seiring dengan tercetusnya momen tersebut, di campus kita yang tercinta dan tersayang juga telah terjadi suatu bentuk kebingungan massal. Dimana saudara-saudara kita sesama mahasiswa berbondong-bondong mengadu jurus-jurus rahasia untuk memeriahkan pesta demokrasi ini yang salah satu caranya melalui politik-politik thai kucingnya. Akibatnya saudara-saudara kita sesama mahasiswa yang ingin dan akan berpartisipasi dalam Pesta Demokrasi seperti terserang wabah terror. “Teman kapan saja bisa menjadi Lawan, dan Lawan kapan saja bisa menjadi Kawan”, mungkin itu adalah istilah yang paling pantas untuk menggambarkan Pesta Demokrasi di kampus kita. Seorang teman yang sangat terpercaya suatu seketika bisa dan akan bisa berbalik menyerang kita agar tujuan yang dia inginkan dapat tercapai, dan seorang lawan yang sangat terjahat suatu seketika bisa dan akan bisa berbalik membantu kita tetapi tetap agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Fakta diatas jelas menggambarkan suatu bentuk kebingungan di kalangan mahasiswa sendiri. Sebenarnya kita yang BODOH ato KENYATAAN yang salah.

Apakah anda tahu siapa yang Teman dan siapa yang Lawan???????

eqr

adgfdaF